Dari FAIR Riau untuk Rohingya

*Oleh beberapa peneiliti dari fairtalks.org

Pada 27 September 2017, Pusat Studi ASEAN Universitas Riau mengadakan Focus Group Discussion dengan judul “Indonesia dan ASEAN di Tengah Pusaran Krisis Kemanusiaan Rohingya”. Diskusi tersebut diisi oleh beberapa akademisi Ilmu Hubungan Internasional, pengamat kebudayaan, dan beberapa anggota LSM yang turun langsung ke wilayah konflik Rohingya. Dalam perhelatan tersebut, kami diundang sebagai lembaga riset yang merilis data mengenai apa yang sebenarnya yang sedang terjadi di Rohingya.

Pada penelitian tersebut, FAIR Riau juga menemukan beberapa permasalahan yang jarang sekali diangkat oleh media. Seperti konflik antara tentara Myanmar dan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) yang sebenarnya tidak berimbang. Jika dihitung, perbandingannya ada 17:1 dan Military Equipment yang dimiliki oleh ARSA hanya sekadar AK47 dan Small Arms &ampamp Light Weapon. Di samping itu, kami juga menemukan beberapa Negara yang mendukung Myanmar dalam krisis kemanusiaan tersebut, seperti Amerika Serikat, Rusia, Cina, dan Israel.

FAIR Riau juga membuat rekomendasi kebijakan kepada Indonesia. Rekomendasi tersebut dijabarkan berdasarkan lingkupnya Makro dan Mikro:

Makro

Jangka pendek : Indonesia melakukan kunjungan diplomatik

Jangka menengah : Aplikasikan 4+1 Retno Marsudi

Jangka Panjang : Peace Making, Peace Building, dan Peace Keeping

4+1 Retno Marsudi: Pertama, mengembalikan stabilitas dan keamanan. Kedua, menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan. Ketiga, perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, tanpa memandang suku dan agama dan keempat, segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan. Terakhir, agar rekomendasi Laporan Komisi Penasehat untuk Rakhine State yang dipimpin mantan Sekjen PBB Kofi Annan dapat segera diimplementasikan.

Mikro

Jangka pendek : Pengiriman bantuan kemanusiaan

Jangka menengah : Post-Management Conflict dan Multi Track Diplomacy (Interfaith Dialogue)

Jangka Panjang : Socio Culture Community

 

Para peneliti yang berkontribusi pada penelitian tersebut adalah Satya Wira Wicaksana selaku Peneliti Utama, Bambang Putra Ermansyah dan Syafitri Ramadhani selaku Peneliti Ahli. Penelitian ini diolah dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *