Kam. Agu 13th, 2020

FAIR RIAU

Bridging the gaps, revealing the facts

Masuknya Tony Blair: Silang-Sengkarut Kontra-Terorisme Indonesia

3 min read

Didapat dari https://www.change.org/p/jeremy-corbyn-mp-call-for-tony-blair-to-be-prosecuted-for-his-war-crimes

Kita mengetahui, berbicara tentang terorisme tidak dapat dilakukan simplifikasi yang asal-asalan. Jejak penanganannya pun beragam secara global. Lagi, kini terorisme telah berevolusi.

Pemerintah Indonesia juga khawatir tentang itu. Kekhawatiran itu berangkat dari ekstremisme agama yang menjadi bungkus tindak terorisme di Indonesia. Namun, Amerika Serikat juga negara yang memiliki kekhawatiran yang hampir sama.

Dalam dokumen yang peredarannya untuk kalangan terbatas, “Marine Corps Midrange Threat Estimate: 2005-2015” yang dirilis oleh Marine Corps Intelligence Activity, diketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang dipantau penuh atas dasar pertimbangan keberadaan kelompok-kelompok teror seperti Jama’ah Islamiyyah.

Selama bertahun-tahun, semenjak peristiwa Bom Bali, Indonesia menjadi salah satu garda terdepan dalam usaha perlawanan terhadap kelompok teror berbasis agama dan secara konsisten berusaha memburu tokoh-tokoh intelektual maupun sel-sel tidurnya.

Lalu, kemudian menyambut Tony Blair, “Ayah Kandung” Gerakan Global Jihad yang digaungkan Osama bin Laden Post-9/11 menyusul invasi Amerika Serikat cs ke Irak tahun 2003.

Masuknya Blair tentu secara struktural politik. Ia diundang sebagai salah satu Dewan Pengarah Ibu Kota Negara (IKN) yang baru nantinya—sampai saat ini masih kerap ditujukan pada Penajem Paser Utara, Kalimantan Timur.

Mengenai pemindahan itu, kita menemukan berbagai permasalahan, baik dilihat dari dimensi pertahanan dan keamanan, dimensi lingkungan hingga dugaan bahwa mega proyek ini adalah momen yang “dihadiahkan” oleh pemerintah kepada korporasi yang memiliki kepentingan untuk melakukan pemutihan berkaitan dengan permasalahan-permasalahan tambang maupun lahan.

Belum cukup sampai disana, polemik baru muncul ketika pemerintahan Indonesia mengumumkan beberapa nama yang berasal dari figur penting internasional sebagai penasehat dalam pembangunan dan pengembangan. Salah satunya adalah mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.

Kabinet pemerintahan kali ini mengarah pada semangat de-ekstremisme (deradikalisasi). Sementara itu, Presiden Joko Widodo menilai Blair memiliki reputasi yang baik dalam bidang pemerintahan.

Bapak Tony Blair juga sama, memiliki reputasi yang baik di bidang pemerintahan,” jelasnya.

Penjelasan dan undangan kepada Blair ini jelas memiliki inkoherensi antara kepentingan dan sikap pemerintah dalam melakukan kontra-terorisme. Hal itu tertuju pada Blair, jejak politiknya dari Partai Buruh sampai membawa Inggris menjadi loyalis terhadap kebijakan Bush Jr di Timur Tengah harus menjadi perhatian.

Apa yang dilakukan Blair sampai tudingan terhadapnya sebagai Penjahat Perang harus menjadi pertimbangan. Dalam melihat ini, Indonesia sebaiknya tidak hanya memandang Blair sebagai orang dengan predikat baik dalam segi pemerintahan. Sebab, ketika berbicara mengenai pemindahan Ibu Kota Negara, kita tidak hanya berbicara mengenai pemindahan administrasi negara saja. Faktor-faktor strategis seperti keamanan dan pertahanan juga ada di dalam pembicaraan tersebut.

Dalam konteks pertahanan, terorisme masuk ke dalam Ancaman Potensial. Bersifat laten dan hal ini memerlukan perhatian dan respon khusus.

Namun, tentu, terdapat ruang kosong yang harus dibahas antara masuknya Blair sebagai Dewan Pengarah dan quo vadis kontra-terorisme Indonesia. Sebab, apa yang terjadi oleh tangan Blair, kaitannya dengan lahirnya ISIS, dan sederet permasalahan lainnya akan mengarah pada pertanggungjawaban Indonesia dalam semangatnya untuk menanggulangi terorisme.

Lantas, mengulas Blair serta karir politiknya di Inggris sampai Timur Tengah dan membedah paradigma Indonesia dalam melakukan kontra-terorisme adalah hal yang tepat untuk saat ini.


More Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Fairtalks 2020 | Newsphere by AF themes.